Pulau Batam. |
Satu per satu mengosongkan lapaknya. Selain itu, beberapa diantaranya menutupi dagangannya dengan kain penutup meskipun hari menunjukkan waktu sore. Tidak saja harus menutup biaya operasional, mereka juga harus mengeluarkan biaya sewa yang tak sedikit.
"Sewa konter kecil aja Rp4 juta, belum yang besar," ujar seorang pedagang handphone.
Konter handphone yang tutup itu terlihat di lantasi dasar basement, lokasi para pedagang elektronik atau handphone berkumpul. Selain itu, para pengunjung pun juga turun. Hanya terdengar suara riuh dari pedagang yang saling bersahut-sahutan.
“Ramenya sekarang sama pedagang,” ujar seorang pengunjung.
Kondisi perekonomian yang lemah ini juga dikeluhkan Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepri (Apindo) Kepri, serta Kadin Kepri. Ketua Apindo Kepri Ir Cahya mengatakan, kondisi ekonomi melambat setelah sejumlah kebijakan yang menyulitkan pengusaha berinvestasi.
Selain itu diperparah tingkat pengangguran di Batam yang kian hari, semakin bertambah. Data Apindo menyebutkan, jumlah pengangguran mencapai angka 200 ribu
0 Response to "Ekonomi Batam Lesu Toko Handphone Nagoya Hill pun Mulai Tutup Satu per Satu"
Posting Komentar